Mengenai Saya

Foto saya
Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Riwayat Pendidikan: 1. SDN No:2 Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung. Kabupaten Solok (Tamat Tahun 1992) sekarang menjadi SDN No:19. 2. MTsN Sungai Lasi Kabupaten Solok (Tamat Tahun 1995) 3. MAN 2 Gunung Pangilun, Kota Padang (Tamat Tahun 1998) 4. IKIP Padang (1998-1999) 5. UNP S. 1 Pendidikan Geografi (Tamat Tahun 2002/2003) 6. S.2 PPs UNP Pendidikan IPS Ekonomi/Geografi Riwayat Pekerjaan: 1. Pekerja Sosial Pada Rumah Singgah Sakinah Program ADB dan APBN (2002-2005) 2. LPP RRI Padang (2001-Sekarang) 3. Instruktur Smart Primagama (2001-2009) 4. Teacher DEK'S JHS (2005-2010) 5. Dosen UNP (2008-sekarang) 6. Dosen Luar Biasa STKIP PGRI Sumbar 7. Konsultan RSBI Adabiah (2009) 8. MC/Pembawa Acara, Instruktur Beragam Pelatihan, Dll 9. Pengalaman Organisasi Ketua OSIS MTsN Sungai Lasi, Ketua OSIS MAN 2 Padang, Ketua HMJ Geografi, FIS, UNP, Ketua BPM FIS UNP, Ketua Remaja BKMT Kabupaten dan Kota Solok dan Korwil Sumatera, Bendahara DPP Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI), dll

Senin, 14 September 2009

Memaknai Buka (Puasa) Bersama di Bulan Suci Ramadhan

Mulai dari seminggu puasa berjalan umat muslim khususnya kawula muda muslim ssudah mulai disibukkan dengan sebuah tradisi yang begitu kental dalam dunia mereka yaitu acara buka bersama. Bisa dengan temen satu sekolah, anggota kelompok tertentu, almamater, alumni dan lain-lain. Tempatnya bisa di rumah salah satu diantara mereka atau di sebuah restoran atau rumah makan pilihan mereka. Semuanya dibingkai dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang luar biasa. Bayangkan, dengan modal sebuah sms saja atau sebuah pengumuman di FB atau FS, cukup ampuh untuk menghadirkan rekan-rekan yang dituju. Begitulah kuatnya magnet sebuah acara yang bernama buka puasa bersama dibulan suci Ramadhan.

Namun, Penulis mempunyai sebuah pengalaman yang bertolak belakang dengan kondisi di atas. suatu waktu Penulis sempat mengadakan buka puasa bersama di sebuah rumah makan yang tidak begitu besar tapi cukup ternama di kota padang. Di padang rumah makan itu identik dengan menu serba bakar. Ketika jarum jam baru menyentuh angka 5 sore, satu per satu pengunjung mulai berdatangan. rata-rata dari usia dan penampilan mereka, Penulis bisa menerka mereka masih anak-anak SMA.

Modis, fresh, harum, gaul dan penuh keceriaan adalah kesan yang Penulis tangkap ketika memperhatikan satu persatu mereka datang. Ketika Penulis memesan tempat duduk, dengan sopan pelayanan mengatakan:"maaf pak, kursi didalam sudah dibuking,,,yang masih tersedia,meja yang di luar"; Dari pelayan itu juga, Penulis dapat informasi ada sebuah pesanan dari sebuah SMA untuk buka bersama untuk 120 orang. Wah, jumlah yang begitu besar. Penulis bersama 4 orang temen terpaksa dengan sedikit tidak rela menempati meja di luar rumah makan tersebut.

Beberapa hal yang menjadi perhatian Penulis dan menjadi topik pembicaraan Penulis dengan temen2 selama buka bersama adalah;
  1. Karena acara buka bersama adalah kental nuansa keagamaannya, namun yang sedikit membuat miris adalah penampilan anak-anak putri yang pergi berbuka bersama tersebut masih sangat jauh dari norma-norma agama. Kalaupun ada yang memakai jilbab itupun dengan format yang "aneh".
  2. Penulis melihat ketika mereka datang, mereka saling bersalaman tidak hanya tangan tapi tangan itu dicium atau dilekatkan ke pipi. Itu antara laki-laki dengan perempuan. Sepertinya yang disalami adalah pengurus OSIS atau senior mereka. Tapi yang membuat Penulis berfikir adalah percampuran salam dan aksi cium tangan dan tempel ke pipi. Mungkin ini adalah kebiasaan waktu mereka TK dulu, cuma apa harus ketika mereka telah remaja masih perlu dilestarikan?
  3. Satu hal lagi yang membuat kening Penulis berkerut adalah, ketika waktu berbuka dan magrib masuk semua asik makan dan minum sambil berkelakar satu sama lainnya. Setelah shalat magrib terlebih dahulu di mushala yang ada di rumah makan tersebut Penulis dan kawan-kawan melanjutkan dengan makan malam. Tapi adik-adik Penulis yang tadi masih sibuk dengan makanan mereka, malah sibuk dengan cara foto-foto diantara mereka. Berdua, bertiga, rame-rame,,,berdekatan, berangkulan dan lain-lain. lagi-lagi antara laki-laki dengan perempuan. Mereka tampak seperti adik kakak saja.
Ketika jarum jam menunjukkan saatnya azan Isya, penulis mulai beranjak Pulang. Mereka masih sibuk dengan dunia mereka. Magrib mereka hilang karena acara buka puasa bersama....mari kita pikirkan..

Tidak ada komentar: